Aper di cerita si cita-cita,
hanya membangkit nafsu dan dendam,
usah di cita si pucuk cita,
jika dendam belum lagi terpadam.
Nilai apa pada sang juara,
menangguk air keroh ditepian,
Nilai apa pada pemedang pujangga,
nama yang mekar menjadi sebutan.
Cuaca mendung hitam si awan,
gempita guruh berganti siulan,
Lawanku bertahan dijurus taufan,
aku menanti penuh harapan.
Showing posts with label pucuk paku. Show all posts
Showing posts with label pucuk paku. Show all posts
Wednesday, August 29, 2007
Sakti hati
Posted by
Zan
at
8:29 AM
4
comments
Labels: juara, mati pucuk, pantun, pucuk, pucuk paku, pucuk ubi
Subscribe to:
Posts (Atom)